Beberapa
alasan yang terungkap mengapa TIK/KKPI hilang dari Kurikulum 2013
ketika dialog dengan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (WAMEN)
bidang Pendidikan dan Perwakilan PUSKUR (Pusat Kurikulum dan Perbukuan)
diantaranya :
Salah
satu perbedaan kurikulum 2013 dengan kurikulum terdahulu adalah model
rapor. Pada kurikulum sebelumnya skala nilai dari 0 hingga 100,
sedangkan untuk aspek afektif menggunakan huruf A, B, C, D. Pada
kurikulum 2013 skala nila tidak lagi 0 – 100, melainkan 1 – 4 untuk
aspek kognitif dan psikomotor, sedangkan untuk aspek afektif menggunakan
SB = Sangat Baik, B = Baik, C = Cukup, K = Kurang. Skala nilai 1 – 4
dengan ketentuan kelipatan 0,33. Jadi secara jelas nilai untuk kurikulum
2013 adalah
Peneliti Divisi
Monitoring Pelayanan Publik Indonesian Corruption Watch, Siti
Juliantari, mengatakan penerapan Kurikulum 2013 sudah menunjukkan
tanda-tanda kegagalan. Indikasinya bisa dilihat dari keberhasilan
pengadaan buku dan kualitas pelatihan guru.
Nasihat Sebelum
Berpacaran
Dalam
rangka pelaksanaan Program Pendidikan Menengah Universal (PMU),
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan Program
BOS untuk SMA di seluruh Indonesia. Program BOS SMA merupakan program
utama PMU yang diharapkan mampu membantu memenuhi biaya operasional
sekolah dan memberikan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu
bagi masyarakat, terutama siswa kurang mampu secara ekonomi.