Sep 22, 2014
Peneliti Divisi
Monitoring Pelayanan Publik Indonesian Corruption Watch, Siti
Juliantari, mengatakan penerapan Kurikulum 2013 sudah menunjukkan
tanda-tanda kegagalan. Indikasinya bisa dilihat dari keberhasilan
pengadaan buku dan kualitas pelatihan guru.
"Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan indikator keberhasilan kurikulum
ini bisa dilihat dari ketersediaan buku dan kualitas tenaga pengajar.
Tapi ternyata ini masih belum berhasil dipenuhi oleh mereka," kata Siti
dalam konferensi pers di kantornya, Kamis, 28 Agustus 2014. (Baca:Serikat Guru: Kurikulum 2013 Itu Celaka 13)Siti
mengatakan ada enam tanda yang menunjukkan kegagalan pelaksanaan
kurikulum yang diterapkan mulai tahun lalu ini. Di antaranya, buku
pelajaran untuk siswa belum tersedia di semua sekolah. Hal ini membuat
murid dan orang tuanya mengadakan sendiri buku tersebut dengan cara
memfotokopi, membeli di toko buku, atau mengunduh dari Internet. (Baca:Kurikulum 2013 Cetak Calon Psikopat)
Nah,
uang yang dikeluarkan oleh mereka, kata dia, ternyata tak diganti oleh
sekolah. Alasannya, dana bantuan operasional sekolah (BOS) terbatas dan
hanya dialokasikan untuk membayar buku yang telah dipesan oleh sekolah
kepada percetakan. "Lalu siapa yang akan mengganti uang mereka?"
ujarnya. Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan semua
biaya pengadaan buku, termasuk fotokopi, ditanggung oleh BOS.
Di
sisi lain, kata dia, masih banyak guru yang belum mendapatkan pelatihan
kurikulum ini. Mereka yang sudah dilatih pun paling hanya mengikuti
pelatihan selama dua hingga lima hari. Sebagian dari mereka juga belum
mendapat buku pegangan. Hal ini dikhawatirkan membuat kualitas
belajar-mengajar makin rendah.
Praktisi pendidikan, Weilin Han,
mengatakan Kurikulum 2013 sebenarnya tak jauh berbeda dengan kurikulum
sebelumnya. Basis tematik yang diklaim Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan sebagai hal baru ternyata sudah dipakai pada Kurikulum 2004.
Naskah akademik dan penilaian yang disebut Kementerian autentik juga
merupakan saduran dari sumber lain.