Nasihat Sebelum
Berpacaran
Boy = Customer/Tamu
Girl
= Rest Area/Tempat Singgahan
Mau tau apa yang terjadi pada tempat
singgahan?
=> LELAKI
mampir, makan, mampir, mampir, mampir…
Bagi WANITA, ingin jadi tempat singgahan
atau jadi rumah perhentian?
=> Your Life is your Choice. So Choose well, my Dear.
Jangan jadi barang yang “Pecah berarti
Membeli”.
=> Tapi lantas dipecahin sama yang nggak mampu beli.
Pacaran itu kayak mampir, Nikah bagai
perhentian.
=> Mau jadi tempat mampir, atau rumah perhentian?
Mampir ke tempat singgah tidak perlu
komitmen, beli rumah perlu komitmen.
=> itulah mengapa LELAKI lebih rindu rumah dari tempat
singgahan.
CINTA tidak selalu indah, karenanya perlu komitmen
nikah.
=> Nafsu tidak perlu komitmen, makan pacaran hanya pentingkan rasa nikmat.
Sesuatu yang tanpa komitmen, tanpa
ikatan, biasanya disenangi LELAKI.
=> Dia lakukan jika dia suka, ditinggalkan bila sudah tak suka.
Kenapa LELAKI senang hubungan tiada
komitmen dan ikatan?
=> Karena masa depan LELAKI tidak dinilai dari masa lalunya.
Tapi WANITA tidak sama dengan LELAKI,
kehormatan tiada kembali dua kali.
=> Sungguh tidak bijak bila WANITA rela dengan hubungan miskin komitmen
LELAKI dipilih karena masa depannya, sedangkan WANITA
dipilih dengan masa lalunya.
=> Perhatikan baik-baik agar tiada penyesalan!
Saat kehormatan sudah direnggut, WANITA
kalang kabut.
=> Sementara LELAKI
tinggal kabur, lalu mencari korban yang lain.
Bagi LELAKI yang sudah mendapatkan
keinginannya, hilang daya pikat seorang WANITA.
=> Itu terjadi bila hubungan tanpa komitmen nikah.
Begitulah jamak terjadi, kata CINTA
diobral murah agar WANITA lemah serahkan kehormatan.
=> Setelahnya, Semua CINTA yang terlisan menguap tiada bekas.
Nafsu mengamputasi akal, sedangkan CINTA
menguatkan akal.
=> Nafsu tiada pikir hari esok, yang penting nikmat sekarang.
Bayangkan saat telanjur direnggut
kehormatan.
=> Bila dia mau menikahi, itu musibah bagimu, Bila dia menolak menikahi,
musibah juga.
Menikahi LELAKI yang sudah berani
berzinah sama saja menikahi pezinah di masa depan.
=> Bila dia tiada tobat, sengsara di depan pastilah nyata.
Bila dia yang berbuat lepas tanggung
jawab untuk menikahi?
=> Maka kehidupan bagimu berat karena anda membawa beban teramat berat
sangat.
Karenanya tiada kebaikan sama sekali
dalam pacaran.
=> Itulah ancaman sebenarnya terhadap kehormatan WANITA satu-satunya.
Untuk apa pacaran walau alas an
perkenalan, bila WANITA dirugikan?
=> Lebih baik lagi, bila sadar diri belumlah siap, jangan mulai apa yang tak
mampu diselesaikan.
Ucapan “SAYANG” tiada menyelamatkan WANITA
dari kerugian.
=> Takut tiada berjodoh lalu pacaran, sama saja membeli sengsara masa depan.
Bila saja WANITA mengetahui apa yang dipikir LELAKI
saat pacaran.
=> Tentu dia akan meninggalkan detik itu juga. SAYANGnya hanya sedikit yang
tahu.
Boleh kau anggap nasihat ini Fiksi,
sampai suatu saat jadi bagimu Faksi.
=> Boleh kalian anggap ini menakuti, sampai padamu terjadi.
Pacaran 100% merugikan PEREMPUAN,
cepat atau lambat.
=> Pacaran 100% menguntungkan LELAKI, cepat atau lambat.
Bila engkau LELAKI, engkau harus tahu arah
saat Melangkah.
Bila engkau PEREMPUAN,
seharusnya tahu bagaimana Bertingkah.
COBA PIKIR
BAIK-BAIK!
Sebelum menikah saja dia sudah berani
berbuat maksiat. Lalu apa yang menghalangnya berbuat maksiat setelah menikah?
Jika sebelum HALAL saja sudah berani
katakan “SAYANG” kepadamu………….
Jangan Heran bila setelah nikah ia berani katakana itu kepada WANITA
lain.
Jika sebelum menikah saja ia sudah
berani melabuhkan tangannya pada tubuhmu………...
Jangan heran bila setelah menikah ia mampu lakukan itu pada WANITA
lain.
Yang tiada takut DOSA sebelum
Menikah………….
Jangan harap ia takut DOSA setelah menikah.
LELAKI lemah bila diputus,
=> Cari pohon, lalu gantung diri. SAYANG yang dicari pohon cabai.
Pacaran selalu dimulai dengan
pengorbanan dan diakhiri saat ada korban.
=> Sebelum semua terjadi, baik kiranya akhiri sekarang.
LELAKI sejati bukan pandai menggalau.
=> Karena itu takkan tertarik model pacaran.
LELAKI yang punya prinsip, menyendiri saat belum siap dan
akan meminang saat sudah siap.
=> LELAKI
yang tak punya prinsip, lantas pacaran.
LELAKI sejati, bila lamaran ditolak.
=> Dia akan naik pohon kelapa melihat masih banyak WANITA yang menanti lamarannya.
Jangan surut niat taatmu karena acting
amatiran LELAKI.
=> Air mata bukan tanda SAYANG, tapi tanda kelemahan.
Lagi pula engkau yang paling tahu,
hanya kemaksiatan demi kemaksiatan yang kau buat saat bersamanya.
Lebih baik engkau saksikan dia menangis
sekarang sebelum engkau yang menangis dan dia enggan bertanggung jawab.
LELAKI terhormat takkan pertaruhkan kehormatan WANITA.
=> Dia melindunginya dengan tundukan pandangan atau mengambilnya dengan
pernikahan.
LELAKI sejati bukan yang banyak Janji.
=> Tapi yang berani datangi Wali, atau menahan diri dari perkataan yang tak
pasti.
Catatan :
Aqua Age => Umur remaja dimana
remaja masih FLEXIBLE (Mudah Berubah)
Lisankan CINTA dengan pernikahan.
=> Atau berdoalah dalam diam
Bila CINTA hanya pegang tangan,
seorang ayah lebih layak dapatkan CINTA.
=> Bila SAYANG sebatas kata manis, ibu lebih layak dapatakan SAYANG.
CINTA itu berat karena ia sepakat dengan Tanggung Jawab.
=> Pacaran jauh dari Tanggung Jawab, yang ada lari tak bertanggung jawab.
SAYANG itu sulit karena ia berjalan
dengan komitmen.
=> Pacaran bukan komitmen karena pacaran diciptakan buat manusia yang miskin
komitmen.
CINTA tidak harus bersama, SAYANG tidak mesti bersua.
LELAKI terhormat takkan umbar rayu tanpa datangi wali.
=> PEREMPUAN
mulia takkan sudi pasang badan untuk nikmat sesaat.
Rangkaian kata bisa diuntai, untaian
alasan bisa dirangkai.
=> Pahit itu tersisa terakhir, Penyesalan selalu datang belakang.